1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Sejarah Singkat

Keadaan Geografis Kota Cilegon
Cilegon merupakan kota otonom yang secara yuridis dibentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon.
Secara administrasi, Kota Cilegon berada pada koordinat 5o 52’ 24” - 6o 04’ 07” Lintang Selatan dan 105o 54’ 05” - 106o 05’ 11” Lintang Utara, yang dibatasi oleh:

- Sebelah Barat : Selat Sunda (Provinsi Lampung)
- Sebelah Utara : Kabupaten Serang
- Sebelah Timur : Kabupaten Serang
- Sebelah Selatan : Kabupaten Serang
 

Luas wilayah Kota Cilegon yaitu 175,49 km2, yang terbagi menjadi 8 (delapan) Kecamatan dan 43 (empat puluh tiga) Kelurahan. Kota Cilegon memiliki iklim tropis dengan temperature berkisar antara 21.1o-34.0o C dengan curah hujan rata-rata 116 mm per bulan.
Dalam konstelasi nasional, Kota Cilegon ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PWK) yang diidentifikasikan sebagai pusat jasa, pusat pengolahan dan simpul transportasi dengan cakupan pelayanan meliputi beberapa kabupaten/kota. Sedangkan dalam konstelasi regional, Kota Cilegon ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan hirarki pelayanan adalah sebagai pusat pelayanan sekunder jasa pemerintahan, industri manufaktur dan pengolahan serta pariwisata bahari.
Berdasarkan aspek klimatologu, kondisi iklim Kota Cilegon relatif serupa dengan kondisi iklim di Indonesia pada umumnya, yakni beriklim tropis dengan dua kali pergantian musim dalam satu tahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Secara topografi, kondisi Kota Cilegon berada pada ketinggian antara 0 - 553 meter di atas permukaan laut (dpl). Wilayah tertinggi berada pada bagian utara Kecamatan Pulomerak (Gunung Gede), sedangkan terendah berada pada bagian barat yang merupakan hamparan pantai. Tingkat kemiringan lahan Kota Cilegon terbagi beberapa kelompok, yaitu di bagian barat, tengah hingga timur yang merupakan wilayah dengan tingkat kemiringan kecil, berkisar antara 0 – 2% dan 2 – 7%.
Secara morfologi wilayah Kota Cilegon terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu, sebagai berikut:

  1. Morfologi Daratan;
  2. Morfologi Perbukitan; dan
  3. Morfologi Perbukitan terjal.

Morfologi daratan pada umumnya terdapat pada wilayah timur dan wilayah pantai barat, morfologi perbukitan landai-sedang terdapat pada wilayah tengah, sedangkan morfologi perbukitan terjal berada pada wilayah utara dan sebagian kecil wilayah selatan.

DPRD Cilegon Kota terdiri dari 35 orang anggota yang berasal dari 9 partai politik dengan komposisi :
1. Partai Golongan Karya (GOLKAR)
2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
3. Partai Amanat Nasional (PAN)
4. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
5. Partai Demokrat (PD)
6. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
7. Partai Bulan Bintang (PBB)
8. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
9. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
Tergabung Dalam 7 Fraksi, yaitu :
1. Fraksi Partai Golongan Karya (F-GOLKAR)
2. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS)
3. Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN)
4. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP)
5. Fraksi Partai Demokrat (F-PD)
6. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP)
7. Fraksi Partai Bintang Kebangkitan Nasional (F-PBKN)
  Penggabungan dari :
  1. Partai Bulan Bintang (PBB)
  2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  3. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
Alat Kelengkapan Bersifat Tetap :
1. Pimpinan
2. Badan Musyawarah
3. Komisi
4. Badan Anggaran
5. Badan Kehormatan
6. Badan Legislasi Daerah
Alat Kelengkapan Bersifat Tidak Tetap :
1. Panitia Khusus

video

Profile DPRD Cilegon Kota