1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Virus Corona di Provinsi Banten Masih Mengkhawatirkan




Oleh https://wartakota.tribunnews.com/. Rabu, 28 Oktober 2020 17:06
 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memasang masker saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2020).


WARTAKOTALIVE.COM, BANTEN - Jangan heran bila Gubernur Banten Wahidin Halim terus mengingatkan warganya agar mematuhi protokol kesehatan, karena virus corona di wilayahnya memang masih gawat.
Seperti diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, bahwa terdapat lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini.
Kelima provinsi tersebut yakni Jawa Barat naik 627 kasus dari pekan sebelumnya, Banten naik 345 kasus, Kepulauan Riau naik 238 kasus, Riau naik 234 kasus, dan Jateng naik 184 kasus.
 
 

 

Kasus Covid-19 di Indonesia per 28 Oktober 2020. (Twitter@BNPB_Indonesia).

"Riau dan Kepulauan Riau masih belum keluar dari lima besar penambahan kasus positif tertinggi. Sama seperti minggu sebelumnya," kata Wiku, Rabu (28/10/2020).

Menurut Wiku, terdapat tiga provinsi yang berhasil keluar dari daftar lima wilayah dengan catatan kasus tertinggi.

Diantaranya yakni Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.

"Mohon agar dapat dipertahankan agar penambahan kasus positif dapat terus menurun bahkan menjadi tidak ada penambahan kasus sama sekali," katanya.

Menurut Wiku, dalam sepekan terkahir terdapat penurunan jumlah kasus positif Covid-19 di tingkat nasional. Pada pekan ini kasus positif berkurang sebesar 4,5 persen.

"Ini adalah perkembangan ke arah lebih baik karena kasus positif mengalami penurunan. Penambahan kasus positif harus terus menurun setiap minggunya," ucapnya.

 

 

Pihak PT Angkasa Pura II Persero meningkatkan kewaspadaan pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 menjelang libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan yang selalu dijalankan ketat terhadap personel bandara dan traveler. (Dok PT Angkasa Pura II Persero)

 
Sementara itu, terdapat kenaikan kasus kematian Covid-19 pada pekan ini sebesar 18 persen.
 
Terdapat lima provinsi yang mencatatkan kematian kasus tertinggi yakni Jawa Barat naik 89 kasus, Sumatera Barat naik 22, Jawa Tengah naik 16 kasus, Kepulauan Riau naik 10 kasus, dan Nusa Tenggara Barat naik tujuh kasus.
 
"Mohon kepada provinsi yang masuk ke dalam lima besar kenaikan kematian tertinggi untuk dapat betul-betul melaksanakan treatmen atau penanganan pasien Covid-19 dengan baik," kata Wiku.
 
Wiku meminta pimpinan daerah memberikan perhatian khusus kepada pasien Covid-19 bergejala sedang, berat, serta pasien yang memiliki komorbid di wilayahnya masing-masing. Diantaranya dengan membantu meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.
 
 

Para pengendara roda dua saat melintasi check point PSBB di Pintu Air 10, Jalan Sangego Raya, Kota Tangerang, Senin (20/4). (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)

 
 "Perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan. Lakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian kesehatan dan Satgas apabila membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19," katanya.
 
Selain itu menurut Wiku terdapat empat provinsi yang berhasil keluar dari daftar lima provinsi dengan kenaikan kasus kematian tertinggi. Keempat provinsi tersebut yakni Banten, Aceh, DKI Jakarta, dan Sumatra Utara.
 
"Pada pekan sebelumnya empat provinsi tersebut berada di lima besar provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi, telah berhasil menekan angka kematian pada pekan ini sehingga berhasil keluar dari lima besar," katanya.
 
Sementara itu untuk persentase kasus meninggal tertinggi terdapat di Jawa Timur yaitu 7,24 persen, Nusa Tenggara Barat yaitu 5,64 persen, Sumatera Selatan 5,47 persen, Jawa Tengah 5,44 persen, dan Bengkulu 5,02 persen.
 
 
 

Para pelanggar PSBB Kota Tangsel di kawasan Nusa Loka, Serpong, Tangsel pada Rabu (16/9/2020). (Warta Kota)

"Mohon diperbanyak testing dan tingkatkan angka kesembuhan agar persentase ini dapat terus menurun," pungkasnya.
 
 


Baca Juga

video

Profile DPRD Cilegon Kota