1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Cabut Mandat Anggota DPR Dapil Banten




SABTU, 29 APRIL 2017 , 14:49:00 WIB | LAPORAN: ROMDONI
 

Gufroni/Doni

RMOL. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi untuk Banten Bersih mengajak warga Banten untuk mencabut mandat terhadap anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Banten.

Ketua Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi untuk Banten Bersih Gufroni mengatakan, ajakan mencabut mandat merupakan bentuk protes atas digulirkannya angket KPK oleh DPR RI.

"Kimaks dari sebuah drama rapat paripurna DPR loloskan Hak Angket yang sama sekali tidak menarik dan mengecewakan publik. Justru seakan mempertontonkan "kegilaan" anggota DPR yang ngotot hak angket bisa digolkan. Sekali lagi, bagi Publik ini sebuah drama yang tragis dan memilukan bagi upaya pemberantasana korupsi di negeri yang sudah akut tingkat korupsinya," kata Gufroni melalui siaran persnya, Sabtu (29/4/17).

Gufroni menambahkan, ada  26 anggota DPR dari 8 fraksi yang menandatangani usulan hak angket itu. Mayoritas, kata dia, berasal dari Komisi III.

Dia menambahkan, dari puluhan anggota DPR itu terdapat 2 anggota DPR dari Dapil Banten yakni Eddy Wijaya Kusuma dari PDIP untuk Dapil Banten III dan Desmond J Mahesa dari Partai Gerindra untuk Dapil Banten II.

"Hak Angket merupakan bagian dari upaya melemahkan semangat pemberantasan korupsi. Anggota DPR pendukung hak angket tidak menginginkan agenda pemberantasan korupsi menguat karena akan menjadi bumerang bagi mereka yang ikut menikmati mega korupsi proyek pengadaan e-KTP," paparnya.

Lanjut Gufroni, DPR tidak merepresentasikan kepentingan dan suara rakyat. Menurutnya, tingkah DPR justru makin memperlihatkan kepentingan dan aspirasi sendiri dan partai politiknya.

"Hak Angket justru merugikan pemberantasan korupsi yang artinya akan merugikan rakyat. Uang triliunan mega korupsi proyek e-KTP yang salah satunya bersumber dari pajak-pajak yang dibayarkan rakyat. Kasus itu justru tidak akan pernah terungkap siapa saja yang menikmati uang hasil mega korupsi tersebut," terangnya.

Dia melanjutkan, anggota DPR yang mendukung hak angket  secara terang dan jelas  telah mencederai mandat yang diberikan rakyat. Sikap mendukung hal angket, kata dia, bukan merupakan aspirasi dan kehendak dari Rakyat Indonesia.

"Kepada 2 Anggota DPR Dapil Banten yakni Eddy Wijaya Kusuma dari PDI Perjuangan dan Desmond J Mahesa dari Gerindra jelas telah mencederai rakyat Banten dan karenanya mandat yang sudah diberikan harus dinyatakan dicabut. Segala sikap dan keputusannya ke depan  tidak lagi merupakan bagian dari aspirasi rakyat Banten," tandasnya.[riz]
 


Baca Juga