1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Dewan Dorong Program Pemkot Cilegon




Penulis Administrator http://www.kabar-banten.com - 7 Oktober 2017
 

Illustrasi

CILEGON, (KB).- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon siap mendorong program pembangunan yang telah direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

“Sudah menjadi kewajiban anggota DPRD untuk ikut serta mendorong dan mendukung program pembangunan yang sudah dirancang Pemkot Cilegon,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik, Jumat (6/10/2017).

Ketua Fraksi Gerindra tersebut menuturkan, terlepas saat ini Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi sedang menghadapi masalah hukum atau tidak, pihaknya tetap mendukung program dan pembangunan yang dilakukan Pemkot Cilegon. Menurut dia, sejumlah proyek yang digagas maupun yang sedang dikerjakan jangan sampai terhenti, karena tidak adanya pak Iman. Bahkan,m dia meminta sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) baik reguler maupun perubahan harus jalan terus.

Pelaksanaan program harus terus berjalan, karena sudah disahkan, misalnya rencana pembangunan JLU (Jalan Lingkar Utara) harus terus berjalan. Kemudian, pembangunan sport center tidak boleh berhenti.  Hal yang sama dikatakan anggota Komisi I dari Fraksi Nasdem, Ahmad Effendi. Menurut dia, kegiatan pembangunan yang sudah terprogram dan terencana harus dilaksanakan. Apalagi mengenai pembangunan fisik yang sedang dikerjakan. “Tidak mungkin dihentikan pembangunan yang menggunakan dana APBD, karena semua program pembangunan sudah melewati mekanisme yang ada melalui RDP. Kalau tidak dilaksanakan akan menjadi sebuah temuan,” tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil kang Pendy tersebut mencontohkan salah satu pembangunan yang menggunakan dana APBD, yakni rehab jembatan di sekitar area Makam Balung KelurahanTaman Baru, Kecamatan Citangkil. “Pembangunan itu sumber dananya dari APBD Pemkot Cilegon, kalau tidak salah sekitar Rp 1,4 miliar dan itu harus berjalan. Kami berharap, dalam pembangunan juga ada pengawasan yang melekat, sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Jika pembangunan tidak dilanjutkan sesuai on schedule, lanjut dia, maka OPD tersebut patut dipertanyakan keseriusannya dalam membangun Kota Cilegon. Apalagi para OPD tersebut sudah mengusulkan anggaran. Jika tidak dilaksanakan kegiatannya, anggarannya harus dikembalikan ke kas daerah. Nantinya bisa menjadi Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran). (HS)***

Editor: gatot


Baca Juga