1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Datangi DPRD Cilegon, Ojek Pangkalan Desak Ojek Online Dibubarkan




Oleh Redaksi https://www.bantennews.co.id - Senin, 28 Agustus 2017 | 11:20
 

Tukang ojek pangkalan saat mendatangi kantor DPRD Cilegon

CILEGON – Puluhan Tukang Ojek Pangkalan mendatangi Kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (28/8/2017). Kedatangan para tukang ojek pangkalan itu untuk mengadukan nasib mereka yang mulai tersisih dengan maraknya ojek online di Kota Baja.

Tukang Ojek Pangkalan meminta ojek online ditiadakan di Kota Cilegon. Sebab, penghasilan mereka berkurang drastis.

Dalam kesempatan itu sebanyak 30 perwakilan ojek pangkalan di Kota Cilegon menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan.

Hendi salah seorang tukang ojek pangkalan mengaku pendapatannya berkurang drastis hingga 50 persen. “Kami minta kepada DPRD Kota Cilegon mencarikan solusi dan membela ojek pangkalan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Cilegon.

Dia menyatakan bahwa kebanyakan driver ojek pangkalan berusia senja dan memiliki pendidikan rendah. “Mereka juga tidak mengerti menggunakan smartphone android dan pengangguran. Jadi kalau penghasilan kita diambil, kita makan dari mana,” terangnya.

Senada dikatakan Saruri tukang ojek lainnya. Dia menyatakan ojek online mematikan profesi ojek pangkalan. Kata dia, sejak munculnya ojek online pendapatannya sangat berkurang.

“Ojek online ini kan awalnya dari Jakarta, saya minta mereka pulang saja ke Jakarta, jangan di Cilegon,” tandasnya.

Dia juga meminta kepada Pemkot Cilegon agar melarang ojek online. “Kami tukang ojek pangkalan menolak keras ojek online ada di Cilegon. Sebab mereka juga merusak tarif,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan anggota tukang ojek pangkalan masih melakukan mediasi dengan anggota DPRD Cilegon. (Man/Red)

Editor: gatot


Baca Juga