1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Rp 98 Miliar untuk Pembebasan Lahan PCM




18 Oct 2016 13:58 WIB
 

Illustrasi

CILEGON, (KB).- Pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) masih menunggu penyerahan aset lahan Warnasari dan penyertaan modal Rp 98 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Dana tersebut, rencananya akan digunakan pihak PT PCM untuk pembebasan lahan akses jalan menuju Kawasan Pelabuhan Warnasari. Anggaran tersebut dinilai harus segera diserahkan, mengingat proses ground breaking akses jalan tersebut, segera dilaksanakan. Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu penyerahan anggaran untuk pembebasan lahan untuk akses menuju Pelabuhan Warnasari dari Pemkot Cilegon. Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah melayangkan surat ke Pemkot Cilegon untuk menyerahkan anggaran Rp 98 miliar tersebut.

"Iya, kami sudah beberapa kali menyurati pemkot untuk menyerahkan Rp 98 miliar dan sudah beberapa kali juga bertemu dengan Pemkot Cilegon. Memang saat ini prosesnya lagi dijalankan oleh pemkot. Mungkin yang 45 hektare ini diappresial dulu, berapa nilainya nanti baru diserahkan ke pihak PCM. Tidak ujuk-ujuk kan penyertaan modal. Kami akan menunggu," katanya saat ditemui seusai hearing dengan Komisi III DPRD Kota Cilegon, Senin (17/10/2016). Nantinya, ujar dia, anggaran senilai Rp 98 miliar tersebut akan sebagian dipergunakan untuk pembebasan lahan, sebagiannya lagi untuk pembukaan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari. Rencananya jalan akses tersebut akan dibangun sepanjang 2,4 km sampai 2,5 km. "Jika pembebasan lahan itu kan bukan untuk kepentingan umum, jadi bisa langsung kami lakukan dengan pihak PT KS dan PT Titan selaku pemilik lahan. Sementara, alternatif kedua itu akan menggunakan tanah milik PT KS juga, namun yang melewati Jalan Asia Raya. Tapi, itu tidak mungkin, karena sudah terlalu padat, kemudian agak menekuk. Jadi, lebih memungkinkan melalui PT Titan, nanti juga aka dibangun fly over untuk melintasi rel kereta," ujarnya.

Pihaknya  merencanakan melakukan ground breaking akses jalan tersebut pada Februari 2017 mendatang. Sementara, pihak PT TIK selaku pihak ketiga diminta untuk membuat feasibility study (FS) untuk lahan 45 hektare, yang ditarget selesai selama 3 bulan pascapenandatanganan MoU pada Rabu (12/10/2016) lalu. "PT TIK yang buat FS kan mereka untuk 45 hektare, sementara PT PCM itu FS yang jalan akses dengan DED-nya. Untuk melihat keseriusan mereka (PT TIK) kami kasih waktu 3 bulan sejak ditandatangani Rabu (12/10/2016) kemarin," ucapnya. Sementara itu, Direktur Utama PT PCM, Jamhari Hamid menuturkan, kerja sama dengan pihak PT TIK tersebut nantinya tidak akan menggunakan build operate and transfer (BOT), namun akan berupa joint venture company (JVC). "Kerja samanya JVC, jika BOT kami rugi. Artinya, jika BOT itu duduk manis, dapat duit, itu kami tidak mau. Kami ingin kerja bareng, dapat bareng, untung bareng. Kontraknya panjang, nanti dikontraknya akan ditetapkan, tapi tidak sepanjang BOT," tuturnya. (H-43)***

Editor: gatot


Baca Juga